Seputar Hari Aids serta Mitos dan Fakta HIV/AIDS

Mitos dan fakta hiv aids, apa itu hari aids, cara penularan HIV, cara mencegah HIV
Home Edukasi Seputar Hari Aids serta Mitos dan Fakta HIV/AIDS
Table of Contents

Ringkasan Artikel: Mitos dan Fakta HIV AIDS

HIV dan AIDS sering disalahpahami, sehingga masyarakat perlu mendapatkan edukasi medis yang benar untuk menghindari mitos keliru dan meningkatkan upaya pencegahan.

  • Hari AIDS Sedunia ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai HIV dan AIDS.
  • HIV berbeda dengan AIDS, meskipun sering dianggap sama.
  • Banyak mitos keliru tentang HIV yang masih dipercaya masyarakat.
  • Penularan HIV hanya terjadi melalui kondisi tertentu, bukan kontak kasual.
  • Pencegahan HIV dapat dilakukan melalui edukasi, hubungan seksual aman, dan pemeriksaan kesehatan rutin.

 

Apa Itu Hari AIDS Sedunia?

Hari AIDS Sedunia adalah hari internasional untuk meningkatkan kepedulian global terhadap HIV dan AIDS.

Melalui momentum tahunan ini, berbagai organisasi dunia berupaya mengajak semua orang lebih peduli terhadap pencegahan serta dukungan untuk orang dengan HIV.

Pada awal 1980-an, kasus AIDS pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat dengan 5 kasus awal pada 1981, lalu meningkat pesat menjadi lebih dari 10.000 kasus secara global pada 1983–1984.

Tokoh yang menginisiasi penetapan Hari AIDS Sedunia adalah James W. Bunn dan Thomas Netter.

Keduanya merupakan penasihat komunikasi publik di WHO yang melihat pentingnya kampanye global untuk menahan laju penyebaran HIV.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penetapan resmi Hari AIDS Sedunia pada tahun 1988 dan terus berlangsung hingga sekarang.

 

Alasan WHO Menetapkan Hari AIDS

WHO menetapkan Hari AIDS Sedunia untuk meningkatkan kesadaran global, mengurangi stigma, dan memperkuat akses edukasi mengenai HIV.

Melalui peringatan ini, masyarakat diingatkan mengenai pentingnya pencegahan, pemahaman ilmiah, serta dukungan bagi orang yang hidup dengan HIV agar tidak menghadapi diskriminasi.

 

Apa Itu HIV dan AIDS?

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

Virus ini berkembang secara bertahap dan dapat bertahan di dalam tubuh tanpa gejala selama beberapa tahun.

Diperkirakan ada sekitar 40,8 juta orang hidup dengan HIV pada akhir 2024, dan 65% dari mereka berada di Wilayah WHO Afrika.

Perbedaan HIV dan AIDS sering kali membuat masyarakat bingung.

HIV adalah virusnya, sedangkan AIDS adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh sudah sangat melemah akibat infeksi HIV.

Artinya, seseorang dengan HIV tidak otomatis mengalami AIDS bila mendapatkan terapi yang tepat.

 

Cara kerja HIV adalah dengan menyerang dan memasuki sel CD4 (limfosit T-helper), lalu menggunakan mekanisme sel tersebut untuk memperbanyak diri hingga akhirnya merusaknya.

Proses ini berlangsung terus-menerus sehingga jumlah CD4 menurun, membuat tubuh semakin rentan terhadap infeksi oportunistik.

Dengan terapi antiretroviral (ARV), replikasi virus dapat ditekan secara efektif hingga viral load sangat rendah atau tidak terdeteksi.

 

Mitos dan Fakta HIV/AIDS

Benarkah HIV Menular Lewat Sentuhan?

Banyak orang masih mengira HIV dapat berpindah hanya melalui sentuhan kulit. Anggapan ini tidak tepat karena HIV tidak hidup pada permukaan kulit dan tidak bertahan di udara.

Sentuhan, pelukan, atau bersalaman tidak menjadi jalur penularan. Edukasi mengenai fakta ilmiah ini penting agar masyarakat tidak menjauhi orang dengan HIV.

Benarkah HIV Menular Lewat Air Liur Atau Nyamuk?

Air liur tidak memiliki jumlah virus yang cukup untuk menularkan HIV. Begitu juga dengan nyamuk, karena serangga ini tidak menyuntikkan darah orang lain ke tubuh manusia.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa nyamuk tidak menjadi perantara HIV. Informasi keliru ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan ketakutan tidak berdasar.

Benarkah HIV Hanya Kelompok Masyarakat Tertentu?

HIV dapat dialami siapa saja, tanpa memandang latar belakang. Risiko bukan ditentukan oleh identitas seseorang, tetapi oleh perilaku berisiko seperti berbagi jarum suntik atau hubungan seksual tanpa kondom.

Menganggap HIV hanya milik kelompok tertentu dapat meningkatkan stigma dan menghambat akses masyarakat terhadap edukasi.

Benarkah HIV Sama Dengan AIDS?

HIV dan AIDS adalah dua kondisi yang berbeda. HIV adalah infeksi virusnya, sedangkan AIDS merupakan tahapan lanjut dari infeksi HIV yang tidak ditangani.

Dengan mengetahui perbedaan ini, masyarakat dapat memahami bahwa pengobatan dini sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit.

Benarkah HIV Pasti Mematikan?

Dulu HIV dianggap sebagai penyakit mematikan karena belum ada terapi yang efektif. Saat ini, terapi ARV mampu menekan jumlah virus hingga sangat rendah.

Dengan pengobatan yang teratur, seseorang dapat hidup sehat dan produktif. Stigma bahwa HIV selalu berakhir fatal tidak lagi sesuai dengan fakta medis.

Benarkah HIV Mudah Sekali Menular?

HIV tidak menular semudah flu atau penyakit menular lainnya. Penularan memerlukan kontak dengan cairan tubuh tertentu dalam kondisi spesifik.

Pengetahuan yang tepat akan membantu masyarakat memahami bahwa interaksi sosial sehari-hari tidak menyebabkan penularan HIV.

 

Bagaimana HIV Sebenarnya Menular?

Penularan HIV hanya terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh tertentu dalam situasi khusus.

  • Hubungan seksual tanpa kondom
  • Berbagi jarum suntik atau alat suntik yang tidak steril
  • Transfusi darah yang tidak melalui proses penyaringan
  • Penularan dari ibu ke bayi tanpa intervensi medis

 

Cara Mencegah Penularan HIV

Pencegahan HIV dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana dan konsisten.

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Melakukan tes HIV secara berkala
  • Menggunakan jarum suntik steril
  • Memanfaatkan layanan PrEP dan PEP
  • Mengikuti pengobatan ARV bagi yang sudah terinfeksi

 

FAQ Tentang “Mitos dan Fakta HIV AIDS”

Apakah HIV bisa sembuh total?

Tidak, namun terapi ARV dapat menekan virus hingga sangat rendah.

Apakah HIV dapat menular melalui air minum?

Tidak, karena HIV tidak hidup dalam air.

Apakah orang dengan HIV boleh berkeluarga?

Boleh, dengan pengobatan yang teratur risiko penularan dapat ditekan.

Apakah HIV dapat menular melalui alat makan?

Tidak, karena penularan tidak terjadi lewat air liur.

Apakah HIV dapat dicegah sepenuhnya?

Risiko dapat ditekan dengan perilaku seksual aman dan edukasi yang benar.

 

Baca Juga:

Hujan Mengandung Mikroplastik di Jakarta, Apa Dampaknya?

Penyebab Radang Otak yang Harus Diwaspadai

Picture of Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional
Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional

dr. Reyner Ricardo · General Practioner · Universitas Tarumanagara

Demam Tak Kunjung Reda?

Tes darah lengkap, diagnosis cepat, dan konsultasi dokter untuk penanganan yang tepat. Hanya di Klinik HealthMed!