Penyebab Ptosis: Kenapa Kelopak Mata Bisa Turun?

Penyebab ptosis, kenapa kelopak mata turun, ptosis pada anak, ptosis pada orang dewasa
Home Edukasi Penyebab Ptosis: Kenapa Kelopak Mata Bisa Turun?
Table of Contents

Ringkasan Artikel: Penyebab Ptosis

Ptosis adalah kondisi turunnya kelopak mata atas yang dapat memengaruhi satu atau kedua mata,
dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

  • Dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa.
  • Penyebabnya meliputi faktor bawaan (kongenital).
  • Dapat dipicu oleh proses penuaan atau faktor usia.
  • Berhubungan dengan gangguan saraf dan otot pengangkat kelopak mata.
  • Faktor mekanik seperti tumor atau pembengkakan juga dapat menyebabkan ptosis.
  • Penanganan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi.

 

Kelopak mata yang tampak turun membuat wajah terlihat lelah dan seperti mengantuk pada ekspresi tertentu.

Kondisi ini dikenal sebagai ptosis dan dapat dialami oleh berbagai kelompok usia.

 

Apakah Itu Ptosis?

Ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas turun lebih rendah dari posisi normal.

Penurunan ini dapat terjadi pada satu mata atau kedua mata dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Ptosis dapat berhubungan dengan sindrom tertentu, menimbulkan masalah estetika, serta menutupi sebagian pupil sehingga mempengaruhi penglihatan.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi hingga lansia.

Pada beberapa kasus, ptosis aponeurotik umumnya terjadi pada usia lanjut, yaitu 67,83 tahun pada perempuan dan 68,19 tahun pada laki-laki.

Diagnosis ptosis dilakukan oleh dokter mata melalui penilaian posisi kelopak mata serta fungsi otot dan saraf terkait.

 

Gejala Umum Ptosis

Gejala ptosis dapat bervariasi, tergantung tingkat keparahan dan penyebabnya, antara lain:

  • Kelopak mata atas tampak turun
  • Mata terlihat lebih kecil atau tidak simetris
  • Pandangan terasa terhalang
  • Alis sering terangkat tanpa disadari
  • Mata mudah lelah saat membaca atau menatap lama

 

Apa Saja Penyebab Ptosis?

Secara umum, kondisi ini terjadi akibat gangguan pada otot, saraf, atau struktur pendukung kelopak mata.

Ptosis Kongenital (Sejak Lahir)

Ptosis kongenital muncul sejak bayi dilahirkan dan biasanya berkaitan dengan perkembangan otot kelopak mata yang tidak optimal.

Ciri khasnya adalah kelopak mata yang sudah tampak turun sejak masa bayi. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan penglihatan anak.

Congenital ptosis sering bersifat idiopatik, dapat diturunkan, dan disebabkan kelainan perkembangan otot levator.

Ptosis Akibat Penuaan (Aponeurotic Ptosis)

Jenis ini sering ditemukan pada usia lanjut akibat peregangan atau pelemahan jaringan penghubung otot kelopak mata.

Kelopak mata turun secara perlahan seiring bertambahnya usia. Ciri umumnya adalah tampilan mata yang sayu tanpa keluhan nyeri.

Ptosis Neurogenik (Gangguan Saraf)

Ptosis neurogenik terjadi akibat gangguan pada saraf yang mengendalikan otot kelopak mata.

Kondisi ini dapat berkaitan dengan penyakit saraf seperti stroke atau kelumpuhan saraf wajah.

Gejalanya sering muncul mendadak dan dapat disertai keluhan lain seperti penglihatan ganda.

Ptosis Miogenik (Kelainan Otot)

Ptosis miogenik disebabkan oleh kelainan pada otot, termasuk penyakit autoimun seperti myasthenia gravis.

Otot menjadi mudah lelah sehingga kelopak mata turun saat beraktivitas. Ciri khasnya adalah ptosis yang memburuk di akhir hari. Kondisi ini memerlukan evaluasi medis yang menyeluruh.

Ptosis Mekanik

Ptosis mekanik terjadi ketika kelopak mata terbebani oleh massa atau pembengkakan

Tumor, kista, atau peradangan dapat membuat kelopak mata turun karena berat tambahan. Biasanya disertai perubahan bentuk kelopak atau rasa tidak nyaman. 

 

Penyebab Ptosis Akibat Kebiasaan & Faktor Lain

Selain faktor medis, kebiasaan tertentu seperti penggunaan lensa kontak jangka panjang atau riwayat operasi mata dapat mempengaruhi posisi kelopak mata.

Cedera pada area mata juga dapat merusak struktur penopang kelopak. Faktor-faktor ini sering kali luput disadari oleh pasien.

 

Perbedaan Ptosis Ringan dan Berat

Ptosis ringan ditandai dengan penurunan kelopak mata yang tidak menutupi pupil sepenuhnya.

Kondisi ini umumnya tidak terlalu mengganggu penglihatan, namun dapat mempengaruhi penampilan.

Banyak orang dengan ptosis ringan baru menyadari kondisinya saat melihat foto atau bercermin.

Ptosis berat terjadi ketika kelopak mata menutupi sebagian besar atau seluruh pupil. Akibatnya, penglihatan menjadi terbatas dan aktivitas sehari-hari terganggu.

 

Perbedaan Ptosis pada Anak dan Orang Dewasa

Ptosis pada anak sering bersifat bawaan dan berkaitan dengan perkembangan otot kelopak mata. Pada orang dewasa, ptosis lebih sering dipicu oleh penuaan atau penyakit tertentu. 

 

Cara Mengobati/Terapi Ptosis

Penanganan ptosis disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya, antara lain:

  • Observasi rutin untuk kasus ringan
  • Pengobatan penyakit yang mendasari
  • Penggunaan kacamata khusus penopang kelopak
  • Tindakan bedah untuk memperbaiki posisi kelopak mata

 

Komplikasi Penyakit Terkait Ptosis

Pada beberapa orang, kondisi ini berisiko menimbulkan ambliopia atau mata malas, sehingga ptosis kongenital perlu ditangani sedini mungkin.

Karena ptosis dapat mengganggu perkembangan penglihatan, sementara ptosis berat juga berisiko menyebabkan astigmatisme dan gangguan postur.

 

Kapan Ptosis Perlu Diwaspadai?

Ptosis perlu diwaspadai jika muncul secara tiba-tiba, terutama bila disertai penglihatan ganda, nyeri kepala, atau kelemahan wajah.

Anda juga disarankan berkonsultasi ke dokter mata bila ptosis semakin memburuk atau mengganggu aktivitas.

Pemeriksaan dini membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan memastikan terapi yang tepat.

 

FAQ Tentang “Penyebab Ptosis”

Apakah ptosis bisa sembuh sendiri?

Sebagian kasus ringan dapat membaik, namun banyak yang memerlukan evaluasi medis.

Apakah ptosis berbahaya?

Tergantung penyebabnya, ptosis dapat berdampak serius bila terkait gangguan saraf.

Apakah ptosis hanya masalah estetika?

Tidak, ptosis juga dapat mengganggu fungsi penglihatan.

Apakah ptosis pada anak perlu operasi?

Pada kondisi tertentu, tindakan bedah dianjurkan untuk mencegah gangguan penglihatan.

Apakah ptosis bisa dicegah?

Tidak semua kasus dapat dicegah, namun pemeriksaan rutin membantu deteksi dini.

 

Baca Juga:

Ciri-Ciri Metabolisme Cepat, Apakah Faktor Sulit Naik Berat Badan?

Efek Samping Steroid Pada Fisik dan Mental, Apa Saja?

Picture of Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional
Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional

dr. Reyner Ricardo · General Practioner · Universitas Tarumanagara

Demam Tak Kunjung Reda?

Tes darah lengkap, diagnosis cepat, dan konsultasi dokter untuk penanganan yang tepat. Hanya di Klinik HealthMed!