Apa Itu Miopia: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasi

Apa itu Miopia, penyebab miopia, gejala miopia, rabun jauh
Home Edukasi Apa Itu Miopia: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasi
Table of Contents

Ringkasan Artikel: Apa Itu Miopia?

Miopia adalah gangguan refraksi mata yang menyebabkan penglihatan jarak jauh menjadi kabur, sementara penglihatan jarak dekat relatif tetap jelas.

  • Kasus rabun jauh meningkat secara global maupun nasional.
  • Anak dan remaja memiliki risiko lebih tinggi mengalami miopia progresif.
  • Koreksi penglihatan dapat dilakukan dengan kacamata atau lensa kontak.
  • Terapi tertentu dapat membantu memperlambat progresivitas miopia.
  • Pencegahan serta pemeriksaan mata rutin penting untuk menjaga kualitas penglihatan.

 

Seiring meningkatnya penggunaan gadget dan perubahan gaya hidup, gangguan penglihatan jarak jauh semakin sering dialami berbagai usia.

Banyak orang baru menyadari kondisinya ketika aktivitas harian mulai terganggu, mulai dari belajar hingga bekerja.

HealthMed akan membahas apa Itu miopia di artikel ini.

 

Apa Itu Miopia?

Miopia adalah rabun jauh, yaitu kondisi ketika seseorang kesulitan melihat objek pada jarak tertentu dengan jelas.

Penderita masih dapat melihat benda dekat dengan baik, tetapi penglihatan jarak jauh tampak kabur.

Pada mata dengan penglihatan normal, cahaya yang masuk akan difokuskan tepat di retina sehingga bayangan terlihat tajam.

Pada miopia, fokus cahaya jatuh di depan retina akibat bentuk bola mata yang terlalu panjang atau kelengkungan kornea yang berlebihan.

 

Fenomena Miopia

Miopia terus meningkat secara global, dengan sekitar 30% populasi dunia saat ini mengalami miopia dan diperkirakan hampir 50% pada tahun 2050 atau setara 5 miliar orang.

Data tertinggi ada di Asia Timur dan Asia Tenggara dengan prevalensi 80–90%, sementara di Amerika Serikat meningkat menjadi 42% dan hampir 2x lipat dalam 3 dekade terakhir.

Di Indonesia, penelitian Universitas Gadjah Mada terhadap 312 anak menunjukkan 41% mengalami miopia dan 21% menderita gangguan refraksi berat.

Praktisi optometri dr. Andri Agus Syah menyebutkan prevalensi miopia pada anak sekolah mencapai sekitar 20%.

Lonjakan ini banyak dikaitkan dengan berkurangnya aktivitas luar ruangan dan meningkatnya kebiasaan menatap layar dalam waktu lama, terutama sejak pandemi Covid-19.

 

Ciri-Ciri dan Gejala Miopia

Gangguan ini sering kali berkembang perlahan dan baru terasa ketika aktivitas visual terganggu, dengan tanda-tanda sebagai berikut:

  • Penglihatan jarak jauh tampak kabur
  • Sering menyipitkan mata saat melihat objek jauh
  • Mata terasa cepat lelah
  • Sakit kepala setelah membaca atau menatap layar
  • Kesulitan melihat papan tulis atau rambu dari kejauhan

 

Penyebab Miopia

Faktor Genetik

Riwayat keluarga memiliki peran penting dalam risiko rabun jauh. Anak dengan orang tua bermata minus memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kondisi serupa.

Riset mengidentifikasi lebih dari 161 faktor genetik terkait miopia, di mana riwayat keluarga secara signifikan meningkatkan risiko.

Anak memiliki peluang 1 dari 3 jika salah satu orang tua miopia dan 1 dari 2 jika kedua orang tua miopia.

Kebiasaan Sehari-hari

Aktivitas “berusaha melihat” jarak dekat yang dilakukan terus-menerus membuat mata bekerja lebih keras.

Kebiasaan ini dapat memengaruhi perkembangan bola mata, terutama pada anak.

Kurangnya waktu bermain di luar ruangan juga mengurangi paparan cahaya alami yang penting bagi kesehatan mata.

Kombinasi faktor-faktor tersebut dikenal sebagai penyebab miopia yang paling sering dijumpai saat ini.

 

Kaitan Miopia Dengan Usia Anak dan Remaja

Ketika kebiasaan visual jarak dekat mendominasi, perkembangan bola mata dapat bergeser ke arah yang memicu rabun jauh.

Kondisi ini sering kali tidak disadari karena anak belum mampu mengeluhkan gangguan penglihatan secara jelas.

Studi menunjukkan, miopia pada anak dan remaja menunjukkan prevalensi tinggi dan meningkat seiring bertambahnya usia sekolah.

Pemeriksaan mata berkala menjadi penting, terutama ketika anak mulai aktif menggunakan gadget.

 

Jenis-Jenis Miopia

Miopia dapat dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya, antara lain:

  • Miopia ringan: Rabun jauh ringan yang mudah dikoreksi dan umumnya tanpa komplikasi.
  • Miopia sedang: Gangguan penglihatan jarak jauh yang lebih nyata dan memerlukan koreksi rutin.
  • Miopia tinggi: Miopia berat dengan risiko komplikasi mata yang lebih besar.
  • Miopia degeneratif: Miopia progresif dengan perubahan struktur mata dan potensi gangguan penglihatan permanen.

 

Cara Mengatasi Miopia

Penggunaan kacamata atau lensa kontak menjadi pilihan paling umum dan aman untuk berbagai usia.

Alat bantu ini bekerja dengan mengoreksi arah fokus cahaya agar jatuh tepat di retina.

Selain itu, terdapat terapi dan kontrol miopia seperti lensa khusus atau orthokeratology yang dilakukan di bawah pengawasan profesional.

Pada kondisi tertentu dan usia dewasa, tindakan bedah refraktif seperti LASIK dapat dipertimbangkan.

 

Cara Mencegah Miopia Bertambah Parah

Upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini melalui kebiasaan sederhana, antara lain:

  • Mengatur waktu layar dan istirahat mata secara berkala
  • Memastikan pencahayaan cukup saat membaca
  • Menjaga jarak pandang yang sesuai
  • Seimbangkan dengan aktivitas luar ruangan
  • Melakukan pemeriksaan mata rutin (eye exam)

 

Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?

Pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan ketika penglihatan mulai terasa kabur, mata sering lelah, atau menunjukkan kesulitan melihat jarak jauh.

Deteksi dini membantu menentukan koreksi yang tepat dan mencegah gangguan penglihatan berkembang lebih lanjut.

 

FAQ Tentang “Apa Itu Miopia?”

Apakah miopia termasuk penyakit mata?

Miopia merupakan kelainan refraksi, bukan penyakit infeksi atau peradangan. Kondisi ini dapat dikoreksi dengan alat bantu atau terapi tertentu.

Apakah rabun jauh bisa sembuh total?

Miopia tidak selalu dapat sembuh, tetapi penglihatan bisa dikoreksi agar tetap optimal.

Apakah miopia berbahaya jika dibiarkan?

Jika tidak dikontrol, miopia dapat bertambah parah dan meningkatkan risiko komplikasi mata. Pemeriksaan rutin sangat disarankan.

Apakah anak-anak bisa mengalami miopia?

Ya, rabun jauh sering muncul sejak usia sekolah. Faktor genetik dan kebiasaan visual berperan besar.

Seberapa sering mata perlu diperiksa?

Untuk anak dan remaja, pemeriksaan disarankan setidaknya setahun sekali atau sesuai anjuran tenaga kesehatan mata.

 

Baca Juga:

Penyebab Radang Otak yang Harus Diwaspadai

Sakit Tak Kunjung Sembuh? Hati-hati Resistensi Antibiotik

Picture of Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional
Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional

dr. Reyner Ricardo · General Practioner · Universitas Tarumanagara

Demam Tak Kunjung Reda?

Tes darah lengkap, diagnosis cepat, dan konsultasi dokter untuk penanganan yang tepat. Hanya di Klinik HealthMed!