Ringkasan Artikel: Apa Itu Gas Tertawa?
Gas tertawa (nitrous oxide) adalah gas yang digunakan sebagai sedasi ringan dalam dunia medis untuk membantu pasien merasa lebih tenang dan nyaman selama tindakan tertentu.
- Membantu mengurangi rasa cemas dan membuat pasien lebih rileks.
- Efeknya bekerja dengan cepat dan bersifat sementara.
- Aman digunakan bila sesuai dengan prosedur medis.
- Penggunaan berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
- Penyalahgunaan di luar kepentingan medis berbahaya dan melanggar hukum.
Istilah ‘gas tertawa’ sering terdengar dari klinik gigi atau rumah sakit, tetapi belum memahami bagaimana cara kerjanya.
Informasi yang tepat penting agar Anda tidak salah memahami manfaat maupun risikonya.
Apa Itu Gas Tertawa?
Gas tertawa adalah gas medis yang digunakan untuk membantu pasien merasa lebih tenang dan nyaman selama prosedur tertentu.
Efeknya bersifat sementara dan umumnya cepat hilang setelah pemberian dihentikan.
Istilah “gas tertawa” muncul karena efeknya dapat menimbulkan rasa ringan, euforia singkat, atau keinginan tertawa.
Gas ini pertama kali ditemukan pada tahun 1772 oleh Joseph Priestley, dipublikasikan beserta metode pembuatannya lewat memanaskan serbuk besi dan asam nitrat.
Nama lainnya adalah dinitrogen monoksida (N₂O), yang merupakan senyawa gas tidak berwarna dan memiliki aroma sedikit manis.
Sejak abad ke-19, dinitrogen monoksida ini telah digunakan dalam dunia medis, khususnya sebagai sedasi ringan.
Sifatnya yang bekerja cepat dan mudah dikontrol membuatnya masih digunakan hingga saat ini.
Penggunaan Gas Tertawa di Klinik Gigi
Dalam praktik kedokteran gigi, gas tertawa sering digunakan untuk membantu pasien yang merasa takut atau cemas.
Gas ini membantu tubuh menjadi lebih rileks tanpa membuat pasien kehilangan kesadaran. Pasien tetap dapat merespons instruksi dokter selama tindakan berlangsung.
Studi menunjukkan tingkat keberhasilan sedasi nitrous oxide–oksigen (NOIS) yang tinggi, dengan rata-rata kumulatif 94,9%.
Efek Samping Gas Tertawa
Meski tergolong aman dalam pengawasan medis, beberapa efek samping ringan dapat terjadi, seperti:
- Euforia singkat dan rasa rileks
- Keinginan tertawa
- Kesemutan atau mati rasa ringan
- Pusing dan penglihatan kabur
- Rasa mengantuk dan lelah
- Berkeringat
Bahaya Penyalahgunaan Gas Tertawa Secara Ilegal
Di luar dunia medis, gas ini sering disalahgunakan sebagai zat rekreasional untuk mengejar efek euforia singkat.
Penggunaan ilegal laughing gas berbahaya karena dalam jangka pendek dapat menyebabkan pusing dan pingsan, serta dalam jangka panjang dapat merusak sistem saraf.
Jumlah volume tinggi juga dapat menimbulkan toksisitas neurologis dan hematologis akibat penurunan vitamin B12.
Gas ini sering disalahgunakan dengan cara dihirup menggunakan cartridge kecil (“whippets”) yang sebenarnya diperuntukkan bagi keperluan kuliner.
Pada 2023 di Michigan, kasus penyalahgunaan laughing gas meningkat 4–5 kali lipat dibandingkan 2019.
Di Indonesia, Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyoroti tren penyalahgunaan Whip Pink yang ramai dibicarakan di media sosial karena disalahgunakan hingga menimbulkan efek “nge-fly”.
Terutama di kalangan anak muda. Ia menegaskan bahwa masalahnya bukan pada merek, melainkan pada penyalahgunaan zat nitrous oxide yang sejatinya diperuntukkan bagi kebutuhan kuliner dan berbahaya jika dihirup.
Penyalahgunaan laughing gas di luar tujuan medis atau kuliner dapat dianggap melanggar aturan kesehatan.
Karena ini termasuk gas medik/industri yang penggunaannya harus melalui jalur resmi dan pengawasan tenaga medis sesuai Permenkes No. 4 Tahun 2016
Siapa yang Tidak Dianjurkan Memakai Gas Tertawa
Meskipun relatif aman, tidak semua orang dianjurkan menggunakan gas ini, antara lain:
- Gangguan pernapasan berat
- Defisiensi vitamin B12
- Gangguan saraf atau kejiwaan
- Penyakit jantung
- Penyakit paru (hipertensi pulmonal, pneumotoraks)
- Riwayat reaksi negatif terhadap sedasi
- Riwayat stroke
- Ibu hamil, terutama trimester pertama
FAQ Tentang “Apa Itu Gas Tertawa?”
Apakah gas tertawa membuat Anda tidak sadar?
Tidak, pasien tetap sadar dan dapat merespons selama prosedur.
Apakah aman untuk anak-anak?
Aman jika diberikan oleh tenaga medis dan sesuai indikasi.
Berapa lama efeknya bertahan?
Efek biasanya hilang beberapa menit setelah pemberian dihentikan.
Apakah gas ini menyebabkan ketergantungan?
Tidak bila digunakan secara medis, namun berisiko bila disalahgunakan.
Apakah semua pasien bisa menggunakannya?
Tidak, evaluasi medis diperlukan sebelum penggunaan.
Baca Juga:
Pengertian & Efek Gas Air Mata, Benarkah Odol Bisa Mengatasinya?
Ramai Berita Penyakit Vidi Aldiano, Apa Penyebab Kanker Ginjal?



