Seputar Operasi LASIK: Risiko dan Apakah Ditanggung BPJS?

biaya operasi LASIK mata, efek samping operasi LASIK, pertimbangan sebelum memutuskan LASIK
Home Edukasi Seputar Operasi LASIK: Risiko dan Apakah Ditanggung BPJS?
Table of Contents

Ringkasan Artikel: Biaya Operasi LASIK Mata

LASIK adalah prosedur bedah refraktif menggunakan teknologi laser yang bertujuan untuk memperbaiki kelainan refraksi pada mata, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan silinder.

  • Proses tindakan LASIK berlangsung cepat dan umumnya tidak memerlukan rawat inap.
  • Efek samping yang muncul biasanya ringan dan bersifat sementara.
  • Biaya operasi LASIK dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan, reputasi klinik, dan kondisi mata pasien.
  • Setiap pasien memerlukan pemeriksaan awal untuk menentukan kelayakan prosedur.
  • Operasi LASIK belum ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

 

Apa Itu Operasi LASIK?

Operasi LASIK adalah tindakan medis di bidang oftalmologi yang bertujuan memperbaiki kelainan refraksi pada mata dengan bantuan teknologi laser.

Laser-Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK) merupakan prosedur bedah mata yang dapat menjadi alternatif penggunaan kacamata atau lensa kontak.

Setelah LASIK, sekitar 90% pasien mencapai ketajaman penglihatan 20/20 hingga 20/40 tanpa bantuan kacamata atau lensa kontak.

Prosedur ini menggunakan laser khusus, yakni laser femtosecond dan excimer untuk membentuk ulang kornea.

Cara kerja LASIK berfokus pada pembentukan ulang kornea agar cahaya yang masuk ke mata dapat jatuh tepat di retina.

Dengan kornea yang lebih presisi, gangguan penglihatan dapat dikoreksi tanpa perlu alat bantu.

Proses tindakan LASIK umumnya berlangsung sekitar 10–15 menit untuk kedua mata.

Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas ringan dalam 1–2 hari, sesuai dengan kondisi dan anjuran dokter.

Kondisi mata yang bisa ditangani melalui LASIK meliputi:

  • Plus atau hipermetropi
  • Silinder atau astigmatisme

 

Bagaimana Prosedur Operasi LASIK Dilakukan?

Sebelum tindakan, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi mata sesuai.

Tahapan umum operasi LASIK meliputi:

  • Pemeriksaan awal seperti ketebalan kornea, ukuran pupil, dan stabilitas minus
  • Pemberian anestesi tetes mata untuk mengurangi rasa tidak nyaman
  • Pembentukan flap tipis pada kornea menggunakan laser atau mikrokeratom
  • Pemanfaatan laser excimer untuk membentuk ulang kornea
  • Penutupan kembali flap dan observasi singkat pascatindakan

 

Efek Samping dan Risiko Operasi LASIK

Efek Samping Umum

Beberapa efek samping ringan dapat muncul setelah prosedur LASIK, terutama pada masa pemulihan awal, antara lain:

  • Mata terasa kering atau perih
  • Sensasi seperti berpasir di mata
  • Silau atau halo saat melihat cahaya di malam hari

Risiko Jarang Tapi Serius

Pada kasus tertentu, dapat terjadi infeksi, peradangan kornea, atau hasil koreksi yang kurang optimal.

Faktor risiko biasanya berkaitan dengan kondisi mata awal yang tidak ideal atau ketidakpatuhan terhadap perawatan pascaoperasi. 

Oleh karena itu, evaluasi praoperasi dan pemilihan klinik yang tepercaya sangat berperan dalam menekan risiko ini.

 

Syarat untuk Melakukan Operasi Lasik

Tidak semua orang dapat langsung menjalani LASIK, sehingga ada beberapa kriteria medis yang perlu dipenuhi, antara lain:

  • Usia minimal 18 tahun dengan kondisi mata stabil
  • Minus, plus, atau silinder tidak berubah signifikan dalam satu tahun terakhir
  • Kornea memiliki ketebalan yang mencukupi
  • Tidak sedang hamil atau menyusui
  • Tidak memiliki riwayat penyakit mata tertentu

 

Siapa yang Tidak Disarankan Lasik?

LASIK tidak disarankan bagi individu dengan kondisi medis tertentu yang dapat memengaruhi hasil atau keamanan tindakan

Contohnya adalah penderita penyakit autoimun, kelainan kornea seperti keratokonus, atau mata yang sangat kering.

Selain itu, pasien dengan harapan hasil yang tidak realistis juga perlu mendapatkan edukasi lebih lanjut.

LASIK bertujuan memperbaiki kualitas penglihatan, bukan menjamin kesembuhan total.

 

Berapa Biaya Operasi LASIK di Indonesia?

Di Indonesia, biaya LASIK umumnya berada pada kisaran Rp 9 juta hingga Rp 40 juta per mata, tergantung jenis teknologi yang digunakan.

Prosedur dengan teknologi lebih canggih seperti FemtoLASIK atau ReLEx SMILE biasanya memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan LASIK konvensional.

Beberapa faktor yang mempengaruhi biaya meliputi:

  • Teknologi laser yang digunakanl
  • Rumah sakit atau klinik beserta pengalaman tim medisnya
  • Kondisi mata pasien dan kompleksitas koreksi yang dibutuhkan

Perbandingan Lasik dengan Biaya Jangka Panjang Kacamata

Jika dibandingkan secara jangka panjang, LASIK sering dipandang lebih efisien daripada pengeluaran rutin untuk kacamata atau lensa kontak.

Meski biaya awalnya lebih besar, banyak pasien menilai manfaat jangka panjangnya sepadan dengan kenyamanan dan kualitas hidup yang diperoleh.

 

Apakah Operasi LASIK Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan?

Dalam kebijakan saat ini, LASIK belum termasuk tindakan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Prosedur ini dikategorikan sebagai tindakan elektif atau pilihan, bukan kebutuhan medis darurat. 

Alasan utama LASIK tidak ditanggung adalah karena fungsinya lebih bersifat peningkatan kualitas hidup.

BPJS Kesehatan memprioritaskan layanan yang bersifat kuratif dan penyelamatan fungsi dasar.

 

Pertimbangan Sebelum Memutuskan Operasi LASIK

Sebelum menjalani LASIK, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan kondisi mata secara tepat.

Konsultasi dengan dokter mata akan membantu memastikan prosedur ini aman dan sesuai.

Jangan ragu untuk menanyakan semua risiko, manfaat, serta alternatif yang tersedia.

Selain aspek medis, pertimbangan sebelum memutuskan LASIK juga mencakup kesiapan finansial dan komitmen terhadap perawatan pasca operasi.

 

Baca Juga:

Penyebab Ptosis: Kenapa Kelopak Mata Bisa Turun?

Apa Itu Operasi Bariatrik dan Kenapa Viral di Kalangan Artis?

Picture of Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional
Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional

dr. Reyner Ricardo · General Practioner · Universitas Tarumanagara

Demam Tak Kunjung Reda?

Tes darah lengkap, diagnosis cepat, dan konsultasi dokter untuk penanganan yang tepat. Hanya di Klinik HealthMed!