Ciri-Ciri Metabolisme Cepat, Apakah Faktor Sulit Naik Berat Badan?

ciri ciri metabolisme cepat
Home Edukasi Ciri-Ciri Metabolisme Cepat, Apakah Faktor Sulit Naik Berat Badan?
Table of Contents

Ringkasan Artikel: Ciri Ciri Metabolisme Cepat

Metabolisme cepat berkaitan dengan kemampuan tubuh membakar energi dalam jumlah lebih tinggi,
sehingga asupan makanan lebih cepat diolah menjadi energi.

  • Berat badan cenderung sulit naik meskipun asupan makan cukup atau banyak.
  • Rasa lapar muncul lebih cepat karena energi tubuh lebih cepat digunakan.
  • Faktor genetik dan keseimbangan hormon memiliki peran penting dalam kecepatan metabolisme.
  • Pemeriksaan medis dapat membantu memastikan apakah metabolisme cepat berkaitan dengan kondisi tertentu.
  • Tidak selalu berbahaya selama kebutuhan gizi harian tetap tercukupi.

 

Apa Itu Metabolisme Cepat Secara Medis?

Metabolisme adalah seluruh proses kimia di dalam tubuh yang mengubah makanan menjadi energi.

Memiliki metabolisme cepat berarti tubuh membakar lebih banyak kalori dalam periode waktu tertentu, termasuk saat istirahat, dibandingkan rata-rata orang lain.

Dalam kondisi normal, kecepatan metabolisme dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, massa otot, dan aktivitas harian.

Secara medis, kecepatan ini diukur melalui Basal Metabolic Rate (BMR), yaitu jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar seperti bernapas dan menjaga suhu tubuh.

Selain itu, ada Total Daily Energy Expenditure (TDEE) yang menggambarkan total pembakaran energi harian, termasuk aktivitas fisik.

Hormon tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme. Hormon T3 dan T4 membantu mengontrol penggunaan energi oleh sel.

Penting dipahami bahwa metabolisme cepat berbeda dengan pola makan. Seseorang bisa makan banyak, tetapi jika pengeluaran energinya tinggi, berat badan tetap sulit naik.

 

Ciri-ciri Metabolisme Cepat

Berikut tanda-tanda yang sering ditemukan pada orang dengan metabolisme tubuh yang bekerja lebih aktif dari rata-rata:

  • Berat badan sulit bertambah meski asupan kalori cukup
  • Rasa lapar datang lebih cepat dan sering
  • Suhu tubuh cenderung hangat dan mudah berkeringat
  • Denyut jantung istirahat relatif lebih cepat
  • Energi harian tinggi dan sulit diam
  • Lemak tubuh rendah secara alami
  • Frekuensi buang air besar lebih sering
  • Berat badan mudah turun saat telat makan
  • Sensitif terhadap kafein atau minuman berenergi

 

Penyebab Metabolisme Cepat

Faktor Genetik atau Riwayat Keluarga

Genetik berperan besar dalam menentukan seberapa cepat tubuh membakar energi sejak lahir.

Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki metabolisme cepat, kemungkinan kondisi serupa juga diturunkan.

Gen seperti FTO mempengaruhi nafsu makan, pembakaran energi, dan kecenderungan berat badan seseorang.

Faktor ini mempengaruhi kerja enzim, hormon, dan efisiensi pembakaran kalori.

Massa Otot yang Lebih Tinggi

Otot membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan lemak, bahkan saat tubuh sedang beristirahat.

Semakin besar massa otot, semakin tinggi kebutuhan kalori harian tubuh. Inilah alasan orang dengan otot lebih banyak cenderung memiliki metabolisme lebih cepat.

Massa otot membakar sekitar 13–15 kkal per kg per hari saat tubuh istirahat, sedangkan jaringan lemak hanya membakar sekitar 4–5 kkal per kg per hari.

Aktivitas Sistem Saraf yang Lebih Aktif

Sistem saraf berperan dalam mengatur denyut jantung, suhu tubuh, dan penggunaan energi.

Aktivitas sistem saraf yang lebih tinggi dapat meningkatkan laju metabolisme basal.

Kondisi ini membuat tubuh membakar kalori lebih cepat, bahkan tanpa aktivitas fisik berat. 

Produksi Hormon Tiroid yang Optimal

Produksi hormon yang optimal membantu pembakaran energi berjalan lebih cepat dan efisien.

Orang dengan fungsi tiroid yang baik cenderung memiliki metabolisme lebih aktif. Hormon ini juga mempengaruhi suhu tubuh dan penggunaan lemak sebagai energi.

Kekurangan hormon tiroid menurunkan BMR hingga ±40%, sedangkan kelebihannya dapat meningkatkan BMR 60–100%.

Pola Hidup Aktif dengan Banyak Gerakan Kecil Harian

Aktivitas ringan seperti berjalan, berdiri, atau melakukan pekerjaan rumah turut meningkatkan pembakaran kalori.

Gerakan kecil yang dilakukan sepanjang hari dikenal sebagai non-exercise activity thermogenesis (NEAT).

Semakin sering tubuh bergerak, semakin besar energi yang digunakan. Kebiasaan ini dapat membuat metabolisme tetap aktif meski tanpa olahraga intens.

 

Pengaruh Metabolisme Cepat pada Tubuh

Metabolisme yang cepat dapat memberikan dampak positif, seperti tubuh terasa lebih bertenaga dan risiko penumpukan lemak yang lebih rendah.

Banyak orang dengan kondisi ini memiliki daya tahan fisik yang baik dan jarang mengalami kenaikan berat badan berlebih.

Namun, di sisi lain, metabolisme yang terlalu cepat dapat menyulitkan pemenuhan kebutuhan energi harian. 

Jika asupan tidak seimbang, tubuh bisa mengalami defisit kalori berkepanjangan yang berdampak pada massa otot, kualitas tidur, dan keseimbangan hormon.

 

Cara Mengetahui Metabolisme Cepat Secara Medis

Penilaian metabolisme sebaiknya dilakukan melalui pemeriksaan objektif.

Salah satu metode yang digunakan adalah indirect calorimetry, yaitu pengukuran konsumsi oksigen dan produksi karbon dioksida untuk mengetahui pembakaran energi saat istirahat.

Selain itu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan hormon tiroid seperti TSH, FT4, dan FT3 untuk menilai fungsi kelenjar tiroid.

 

Sulit Gemuk Meski Makan Banyak, Apakah Karena Metabolisme?

Kondisi sulit gemuk meski makan banyak sering dikaitkan dengan metabolisme yang cepat, tetapi tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab.

Faktor seperti jenis makanan, distribusi makronutrien, dan aktivitas fisik harian juga berperan besar.

Penting pula membedakan kondisi ini dengan gangguan kesehatan tertentu.

Pada hipertiroid, metabolisme meningkat akibat gangguan hormon dan biasanya disertai gejala seperti penurunan berat badan drastis.

 

Apakah Metabolisme Cepat Perlu Diatasi?

Metabolisme yang cepat pada dasarnya merupakan variasi normal tubuh dan tidak selalu memerlukan penanganan khusus.

Selama kebutuhan nutrisi tercukupi dan tidak ada keluhan berarti, kondisi ini dapat dianggap wajar.

Intervensi medis diperlukan bila metabolisme cepat disertai gejala yang mengganggu atau dicurigai berkaitan dengan penyakit tertentu.

 

FAQ Tentang “Ciri-Ciri Metabolisme Cepat”

Apakah metabolisme cepat selalu berbahaya?

Tidak, selama tidak disertai gangguan medis dan kebutuhan gizi terpenuhi.

Apakah kondisi ini bisa berubah seiring usia?

Ya, metabolisme umumnya melambat seiring bertambahnya usia.

Apakah olahraga membuat metabolisme makin cepat?

Aktivitas fisik, terutama latihan otot, dapat meningkatkan kebutuhan energi tubuh.

Apakah orang kurus pasti memiliki metabolisme cepat?

Tidak selalu, karena pola makan dan aktivitas juga berpengaruh.

Kapan perlu konsultasi ke dokter?

Jika disertai penurunan berat badan drastis atau keluhan jantung.

 

Baca Juga:

5 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Anda Ketahui

Apa Itu Operasi Bariatrik dan Kenapa Viral di Kalangan Artis?

Picture of Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional
Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional

dr. Reyner Ricardo · General Practioner · Universitas Tarumanagara

Demam Tak Kunjung Reda?

Tes darah lengkap, diagnosis cepat, dan konsultasi dokter untuk penanganan yang tepat. Hanya di Klinik HealthMed!