Ringkasan Artikel Gejala Heatstroke
Heatstroke terjadi saat tubuh gagal mendinginkan diri, terutama saat cuaca panas ekstrem. Berikut ringkasannya:
- Gejala: suhu tubuh ≥ 40 °C, kebingungan, kulit sangat panas atau berkeringat berlebihan.
- Penyebab: panas lingkungan, aktivitas berat, dehidrasi, pakaian tebal, atau kondisi medis.
- Pertolongan: pindah ke tempat sejuk, longgarkan pakaian, dinginkan tubuh, cari bantuan medis.
- Pencegahan: cukup minum, kenakan pakaian ringan, dan hindari aktivitas berat saat siang terik.
Fakta Cuaca Ekstrem Baru-baru Ini
Menuju akhir tahun 2025, kondisi cuaca di Indonesia menunjukkan peningkatan suhu panas dan terik siang hari.
BMKG menjelaskan suhu panas 35-37,6°C di berbagai wilayah Indonesia disebabkan oleh kombinasi radiasi matahari dan massa udara kering dari Monsun Australia.
Hal ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025.
Peralihan musim di banyak wilayah memicu hari-siang semakin panas sebelum datang hujan sore atau malam.
BMKG mengingatkan bahwa cuaca terik berkepanjangan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk heatstroke.
Apa Itu Heatstroke?
Sengatan panas atau heatstroke adalah kondisi darurat medis ketika tubuh mengalami kenaikan suhu yang sangat tinggi dan gagal mendinginkan diri.
Menurut HealthDirect, heatstroke terjadi saat suhu tubuh meningkat di atas 40°C.
Ini dapat menyebabkan kerusakan organ serius atau kematian jika tidak segera ditangani, kondisi ini disebut hipertermia.
Dalam kondisi normal, tubuh manusia mendinginkan dirinya melalui mekanisme berkeringat dan pelepasan panas.
Terdapat dua jenis utama heatstroke:
Heatstroke klasik (non-eksersis), terjadi tanpa aktivitas fisik berat, biasanya karena paparan panas lingkungan dalam waktu lama.
Heatstroke eksersis, muncul saat seseorang melakukan aktivitas fisik berat di cuaca panas.
Jenis ini lebih sering dialami oleh orang muda yang memaksakan diri ketika tubuh belum siap.
Perbedaan antara kondisi yang lebih ringan seperti Heat Exhaustion (kelelahan panas) dengan heatstroke terletak pada tingkat keparahan.
Pada heat exhaustion masih memungkinkan mekanisme pendinginan tubuh bekerja sebagian, sedangkan pada heatstroke mekanisme tersebut nyaris gagal.
Gejala Heatstroke
Berikut sejumlah gejala yang dapat muncul ketika seseorang mengalami tanda-tanda heatstroke:
- Suhu tubuh inti sangat tinggi (umumnya ≥ 40 °C)
- Perubahan status mental atau perilaku, seperti kebingungan, gelisah, atau kejang
- Napas cepat dan dangkal
- Detak jantung cepat
- Kulit sangat panas dan terasa kering atau kadang berkeringat lebat dalam bentuk eksersis
- Mual atau muntah
- Hilang kesadaran atau pingsan
- Kulit memerah atau pucat
- Pusing, penglihatan kabur, atau bicara cadel
Penyebab Heatstroke
Beberapa faktor penyebab utama meliputi:
- Paparan suhu dan kelembapan tinggi dalam waktu lama
- Aktivitas fisik berat di cuaca panas tanpa istirahat atau adaptasi
- Dehidrasi yang mengganggu mekanisme keringat
- Pakaian tebal atau tidak menyerap panas
- Kondisi kesehatan yang melemahkan sistem pendinginan tubuh
- Kenaikan suhu tubuh akibat panas internal dan eksternal
Pertolongan Pertama Saat Heatstroke
Jika Anda atau orang di sekitar menunjukkan gejala heatstroke, segera alihkan ke tempat yang sejuk atau teduh.
Kurangi pakaian yang menahan panas, lalu bantu mendinginkan tubuh dengan cara menyemprot atau menyeka air dingin ditambah kipas angin.
Jika memungkinkan, letakkan kompres es di ketiak, leher, dan selangkangan.
Pastikan segera meminta bantuan medis karena kondisi ini adalah keadaan darurat.
Pencegahan Heatstroke di Cuaca Panas
Untuk mencegah kondisi seperti ini, disarankan untuk:
- Minum air dalam jumlah cukup secara teratur
- Mengenakan pakaian ringan dan berwarna terang
- Menghindari aktivitas fisik berat saat cuaca sangat terik, terutama di siang hari
Bila harus beraktivitas di luar ruangan, sebisa mungkin lakukan saat pagi atau menjelang sore ketika suhu mulai menurun.
Selalu pantau kondisi tubuh sendiri, apabila merasa pusing, lemah, atau berkeringat sangat banyak.
Siapa yang Rentan Terkena Heatstroke?
Kelompok yang berisiko meliputi:
- Anak-anak
- Lansia
- Pekerja luar ruangan yang tidak terbiasa dengan panas
- Atlet yang berlatih intensif di cuaca terik
- Penderita penyakit kronis seperti jantung atau ginjal
Orang yang sedang dehidrasi, menggunakan obat-obatan yang mengganggu keringat, atau berada di lingkungan dengan ventilasi buruk juga lebih rentan.
Kapan Harus Cek ke Dokter?
Segera cari bantuan medis jika mengalami salah satu dari situasi berikut: suhu tubuh sangat tinggi (≥ 40 °C).
Disertai kebingungan atau perubahan mental, kehilangan kesadaran, kejang, atau tidak berkeringat meskipun panas lingkungan tinggi.
Meski kondisi membaik setelah pertolongan pertama, tetap periksakan diri ke dokter karena organ vital bisa terpengaruh.
FAQ Tentang “Gejala Heatstroke”
Apa gejala awal heatstroke?
Pusing, tubuh terasa sangat panas, dan kulit mulai memerah atau kering.
Bagaimana membedakan antara tanda tanda heatstroke dan kelelahan akibat panas?
Pada heatstroke terdapat perubahan mental seperti kebingungan serta suhu tubuh inti sangat tinggi, sedangkan pada kelelahan panas masih ada mekanisme pendinginan yang berfungsi.
Apakah bisa terjadi tanpa aktivitas fisik berat?
Ya, bentuk klasik heatstroke dapat timbul karena lingkungan yang panas tanpa aktivitas berat.
Berapa suhu tubuh yang mengkhawatirkan?
Umumnya ≥ 40 °C dapat menjadi tanda heatstroke.
Apakah minum banyak air saja cukup untuk mencegah?
Minum air adalah tindakan preventif penting, namun perlu juga pakaian yang tepat, istirahat di tempat sejuk, dan menghindari paparan panas yang ekstrem.
Baca Juga:
Sudah Minum Paracetamol Tapi Demam Tidak Turun? Ini Alasannya



