Ringkasan Artikel: Kenapa Buka Puasa Harus Yang Manis
Makanan manis saat berbuka puasa membantu tubuh mengembalikan gula darah dengan cepat dan memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Pilihan yang tepat dapat memberikan nutrisi sekaligus menjaga kesehatan.
- Makanan manis membantu mengembalikan gula darah dengan cepat.
- Energi tubuh dapat pulih setelah seharian berpuasa.
- Kurma menjadi pilihan terbaik karena nutrisi lengkap.
- Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
- Pemilihan makanan manis alami lebih disarankan.
Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan sumber energi yang cepat diserap agar kembali bertenaga.
Tidak heran, banyak orang bertanya kenapa buka puasa harus yang manis dan apakah hal tersebut benar-benar baik untuk kesehatan.
Oleh karena itu, Klinik HealthMed akan membahas manfaat dan alasannya di artikel ini.
Bagaimana Kondisi Tubuh Setelah Seharian Berpuasa?
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama.
Kondisi ini membuat kadar gula darah menurun secara bertahap karena tubuh menggunakan cadangan energi untuk aktivitas harian.
Penelitian pada 181 pasien diabetes tipe II menunjukkan 44% mengalami penurunan kadar gula darah puasa selama Ramadan.
Kadar glukosa darah normal saat puasa 70–100 mg/dL dan setelah beberapa jam tubuh menggunakan glikogen hati sebagai energi utama.
Cadangan glikogen ini biasanya bertahan sekitar 8–12 jam, saat puasa, tubuh beralih ke proses glukoneogenesis (pembentukan glukosa dari protein dan lemak).
Jika cadangan tersebut menipis, tubuh akan merasa lemas, mudah lelah, dan mengantuk.
Alasan Kenapa Berbuka Puasa Dianjurkan dengan yang Manis
Mengembalikan Gula Darah Dengan Cepat
Makanan manis mengandung gula yang mudah diserap tubuh, gula merupakan sumber energi utama yang digunakan oleh sel, terutama otak dan otot
Saat berbuka, konsumsi makanan manis dapat membantu meningkatkan kadar gula darah yang sempat menurun selama puasa.
Proses ini membuat tubuh kembali segar dan membantu mengurangi rasa lemas.
Sumber Energi Instan Setelah Puasa
Kalori dari makanan manis dapat langsung digunakan tubuh untuk aktivitas, hal ini berbeda dengan makanan tinggi lemak atau protein yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
Gula tersusun dari dua monosakarida, glukosa dan fruktosa, yang dipecah oleh enzim sukrase di usus halus.
Kemudian diserap ke darah untuk dijadikan energi atau disimpan sebagai glikogen di hati dan otot.
Membantu Metabolisme Kembali Normal
Saat puasa, metabolisme melambat karena tubuh menyesuaikan diri dengan keterbatasan energi.
Konsumsi makanan manis membantu mengaktifkan kembali proses metabolisme, karena tubuh akan lebih siap mencerna makanan utama setelahnya
Kenapa Dianjurkan Makan Kurma Saat Berbuka?
Dalam ajaran Islam, berbuka dengan kurma merupakan sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
Beliau dianjurkan berbuka dengan kurma dan air karena mudah dicerna serta memberikan energi dengan cepat.
Tradisi ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan.
Satu kurma medjool mengandung 1,6 gram serat (sekitar 5% kebutuhan harian) dan 16 gram gula, namun memiliki indeks glikemik rendah karena kandungan seratnya.
Rekomendasi Makanan Manis Yang Sehat Untuk Berbuka
Memilih makanan manis yang sehat sangat penting agar manfaatnya optimal dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
- Kurma mengandung gula alami, serat, dan mineral yang membantu pemulihan energi.
- Buah-buahan tinggi air seperti semangka dan melon membantu menghidrasi tubuh.
- Madu alami dapat menjadi alternatif pemanis dengan kandungan antioksidan.
- Minuman alami tanpa gula buatan seperti jus buah segar lebih aman bagi kesehatan.
Risiko Jika Salah Memilih Atau Berlebihan Makanan Manis
Konsumsi makanan manis berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.
Setelah itu, kadar gula dapat turun dengan cepat sehingga Anda justru merasa lemas dan mengantuk.
Setelah mengkonsumsi gula berlebihan, tubuh dapat mengalami penurunan gula darah mendadak karena produksi insulin yang cepat.
Penurunan disebut sugar crush yang dapat menimbulkan gejala seperti lelah, lapar, iritabilitas, pusing, berkeringat, gemetar, dan sulit berkonsentrasi.
Apakah Boleh Berbuka Tanpa Makanan Manis?
Secara kesehatan, berbuka tanpa makanan manis tetap diperbolehkan selama kebutuhan energi terpenuhi.
Anda dapat memilih makanan dengan indeks glikemik rendah atau kombinasi karbohidrat kompleks dan protein.
Namun, proses pemulihan energi biasanya lebih lambat dibandingkan konsumsi gula alami.
FAQ Tentang “Kenapa Buka Puasa Harus yang Manis?”
Apakah makanan manis wajib saat berbuka?
Tidak wajib, tetapi dianjurkan karena membantu pemulihan energi.
Apakah minuman manis baik untuk berbuka?
Baik jika berasal dari bahan alami dan tidak berlebihan.
Berapa banyak makanan manis yang aman?
Secukupnya, sekitar porsi kecil sebelum makan utama.
Apakah kurma paling baik untuk berbuka?
Ya, karena kandungan nutrisinya lengkap dan mudah dicerna.
Apakah gula berbahaya saat berbuka?
Tidak jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan dari sumber alami.
Baca Juga:
6 Makanan Yang Bagus Untuk Asam Lambung Agar Tidak Kambuh
Sikat Gigi Sebelum atau Sesudah Sarapan, Mana yang Dianjurkan?



