Lebih Bahaya Vape atau Rokok? Ini Perbandingan Risikonya

lebih bahaya vape atau rokok
Home Edukasi Lebih Bahaya Vape atau Rokok? Ini Perbandingan Risikonya
Table of Contents

Ringkasan Artikel: Lebih Bahaya Vape Atau Rokok

Rokok dan vape sama-sama mengandung zat berbahaya yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, sehingga keduanya tidak dapat dianggap aman bagi kesehatan.

  • Rokok dan vape sama-sama mengandung zat berbahaya.
  • Vape tidak menghasilkan tar, tetapi tetap menghasilkan senyawa toksik.
  • Risiko penyakit jantung dan paru tetap tinggi.

 

Penggunaan vape semakin populer, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.

Banyak orang beralih dari rokok konvensional karena menganggap vape lebih aman dan modern.

Mana yang lebih berbahaya, vape atau rokok? mengingat keduanya sama-sama memiliki risiko kesehatan?

Klinik HealthMed akan membahas fakta medisnya di artikel ini.

 

Mengapa Banyak Orang Bertanya Soal Vape Vs Rokok

Data dari WHO menunjukkan bahwa jumlah pengguna vape terus bertambah setiap tahun, terutama pada kelompok usia muda.

Saat ini lebih dari 100 juta orang di dunia menggunakan vape, terdiri dari sekitar 86 juta orang dewasa dan sekitar 15 juta remaja usia 13–15 tahun.

Bahkan Indonesia menjadi konsumen vape terbesar di dunia, laporan tahun 2023 menunjukkan 1 dari 4 responden menggunakan vape, dengan total sekitar 6,6 juta pengguna.

Hal ini juga dipengaruhi oleh promosi digital, variasi rasa, serta desain produk yang dianggap lebih modern. 

Selain itu, anggapan bahwa vape lebih aman dibanding rokok konvensional masih menjadi faktor utama.

Beberapa orang percaya bahwa karena tidak menghasilkan asap, dampaknya lebih ringan bagi paru dan jantung.

 

Perbandingan Kandungan Vape Dan Rokok

Kandungan Pada Rokok Konvensional

Rokok konvensional mengandung lebih dari ribuan zat kimia yang dihasilkan dari proses pembakaran tembakau.

Beberapa di antaranya terbukti memicu penyakit kronis, termasuk kanker dan gangguan jantung.

Paparan jangka panjang meningkatkan risiko kerusakan organ vital dan mempercepat penuaan sel.

Selain itu, asap rokok dapat menempel pada lingkungan sekitar sehingga meningkatkan paparan tidak langsung.

Contoh zat dalam rokok meliputi:

  • Nikotin
  • Tar
  • Karbon monoksida
  • Formaldehida
  • Benzena
  • Logam berat

 

Kandungan Pada Vape

Cairan vape mengandung bahan kimia yang tampak sederhana, tetapi berubah saat dipanaskan.

Saat menggunakan vape, seseorang menghirup aerosol yang mengandung campuran bahan kimia dari e-liquid seperti nikotin, zat perasa, propilen glikol, dan gliserin.

Proses pemanasan dapat menghasilkan senyawa toksik yang berdampak pada paru dan pembuluh darah.

Contoh zat dalam vape meliputi:

  • Propilen glikol
  • Gliserin nabati
  • Zat perasa (flavoring agents)
  • Diacetyl
  • Cinnamaldehyde
  • Formaldehida
  • Asetaldehida
  • Akrolein
  • Logam berat
  • Partikel mikroskopis

 

Penyakit Yang Disebabkan Rokok Dan Vape

Risiko Penyakit Akibat Rokok

Paparan zat berbahaya dapat merusak jaringan paru, meningkatkan peradangan, dan mempercepat penyempitan pembuluh darah.

  • Kanker paru: Zat karsinogen dalam rokok dapat merusak DNA sel paru dan memicu pertumbuhan sel kanker.
  • Penyakit jantung: Rokok meningkatkan inflamasi dan aterosklerosis yang mempersempit pembuluh darah.
  • Stroke: Rokok meningkatkan risiko pembekuan darah dan gangguan aliran darah ke otak.
  • PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis): Paparan asap rokok menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan jaringan paru.

 

Risiko Kesehatan Dari Vape

Penggunaan vape juga menunjukkan dampak kesehatan yang nyata meskipun masih relatif baru.

Beberapa kasus cedera paru akut telah dilaporkan dan menjadi perhatian dunia medis. Selain itu, kandungan nikotin tetap berpotensi memicu gangguan jantung. 

  • Cedera paru akut: Aerosol vape dapat memicu inflamasi dan kerusakan jaringan paru secara tiba-tiba, termasuk kondisi seperti EVALI.
  • Gangguan kardiovaskular: Nikotin dan bahan kimia dalam vape dapat meningkatkan tekanan darah, detak jantung, serta risiko gangguan pembuluh darah.
  • Dampak jangka panjang: Paparan bahan kimia dan partikel aerosol berpotensi menyebabkan kerusakan paru dan penyakit kronis meski efek jangka panjangnya masih diteliti.

 

Bahaya Paparan Pasif, Tidak Hanya Pengguna Yang Terdampak

Asap rokok mengandung ribuan zat berbahaya yang dapat dihirup oleh keluarga dan orang di sekitar.

Studi menunjukkan bahwa sekitar 40% anak di dunia terpapar asap rokok pasif, terutama di rumah, yang meningkatkan risiko pneumonia dan bronkitis.

Sementara itu, uap vape tidak sepenuhnya aman bagi orang lain karena kandungan logam di dalamnya dapat mencapai 80–90% dari kadar aerosol utama.

Risiko ini lebih tinggi bagi ibu hamil, bayi, dan lansia dengan gangguan paru. Meski uap terlihat lebih cepat hilang, dampaknya tetap perlu diperhatikan.

 

Lebih Bahaya Vape Atau Rokok? Ini Kesimpulan Ahli

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa rokok memiliki risiko yang sudah jelas dan luas, terutama terkait kanker, penyakit jantung, dan gangguan paru.

Hal ini didukung oleh penelitian jangka panjang serta rekomendasi dari organisasi kesehatan global seperti American Lung Association.

Oleh karena itu, rokok tetap dianggap sebagai penyebab utama kematian yang dapat dicegah.

 

Di sisi lain, vape tergolong produk baru, tetapi dampak negatifnya sudah terlihat.

Banyak ahli kesehatan menilai risiko vape sebagai “bom waktu” karena efeknya bisa muncul bertahun-tahun kemudian.

Kesimpulannya, keduanya sama-sama berbahaya dan bukan pilihan aman bagi kesehatan.

Cara terbaik adalah menghentikan penggunaan keduanya untuk melindungi diri dan keluarga.

 

FAQ Tentang “Lebih Bahaya Vape Atau Rokok?”

Apakah vape lebih aman dibanding rokok?

Tidak, keduanya memiliki risiko kesehatan dan belum terbukti aman.

Apakah vape menyebabkan kanker?

Beberapa kandungan berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Mana yang lebih cepat merusak paru?

Keduanya dapat merusak paru, tetapi rokok memiliki bukti lebih kuat.

Apakah vape aman untuk remaja?

Tidak, nikotin dapat mengganggu perkembangan otak remaja.

Apakah berhenti merokok memberikan manfaat cepat?

Ya, tubuh mulai memperbaiki diri dalam beberapa jam setelah berhenti.

 

Baca Juga:

Apakah Pneumonia Menular? Kenali Jenis dan Cara Penularannya

Apa Itu Gas Tertawa: Manfaat dan Bahaya Penyalahgunaan

Picture of Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional
Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional

dr. Reyner Ricardo · General Practioner · Universitas Tarumanagara

Demam Tak Kunjung Reda?

Tes darah lengkap, diagnosis cepat, dan konsultasi dokter untuk penanganan yang tepat. Hanya di Klinik HealthMed!