- Adenokarsinoma paru merupakan jenis kanker paru bukan sel kecil
- Dapat terjadi pada perokok maupun bukan perokok
- Nodul paru tidak selalu berarti kanker dan perlu dievaluasi secara medis
- Gejala menetap atau memburuk perlu dikonsultasikan kepada dokter

Paus Leo XIV, yang memiliki nama asli Robert Francis Prevost, didiagnosis menderita adenokarsinoma paru, salah satu jenis kanker paru.
Diagnosis tersebut sebelumnya telah dicurigai melalui pemeriksaan pra-operasi dan dikonfirmasi saat operasi di Poliklinik Agostino Gemelli, Roma, Italia, pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Tim dokter yang dipimpin kepala bedah toraks Gemelli, Dr. Stefano Margaritora, berhasil mengangkat lobus bawah paru kanan Paus dalam operasi yang berlangsung sekitar 90 menit tanpa komplikasi.
Sebelumnya, Paus mengumumkan temuan nodul di parunya saat doa Angelus pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Setelah menjalani operasi, Paus Leo XIV dijadwalkan menjalani pemulihan dan membatalkan seluruh audiensi hingga 20 Oktober 2026.
Paus memilih menjalani operasi segera agar rencana perjalanan luar negerinya tidak terganggu.
Sejumlah onkolog menilai prognosis Paus Leo XIV sangat baik jika tumor diangkat sejak dini. Ia berharap tetap dapat melakukan lawatan ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6-17 November 2026.
Apa Itu Adenokarsinoma Paru?

Adenokarsinoma paru adalah jenis kanker yang berkembang dari sel kelenjar di paru-paru, terutama sel yang menghasilkan zat seperti lendir.
Jenis kanker ini juga menjadi yang paling banyak ditemukan pada orang yang tidak pernah merokok, dengan proporsi sekitar 53-70% dari kasus di seluruh dunia.
Kondisi ini diduga berkaitan dengan menurunnya angka kebiasaan merokok serta paparan polusi udara, terutama di Asia Timur.
Karena itu, orang yang tidak merokok tetap memiliki risiko terkena kanker paru.
Adenokarsinoma termasuk kelompok non-small cell lung cancer (NSCLC) atau kanker paru bukan sel kecil, yang merupakan kelompok kanker paru paling umum.
Selain adenokarsinoma, NSCLC mencakup karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel besar.
Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda sehingga diagnosis yang tepat diperlukan untuk menentukan penanganan.
Adenokarsinoma dapat tumbuh lambat pada sebagian kasus, tetapi kecepatan penyebarannya bervariasi.
Jenis kanker ini juga dapat muncul di organ lain, seperti usus besar, pankreas, dan lambung, sedangkan adenokarsinoma paru berasal dari jaringan paru-paru.
Gejala Adenokarsinoma Paru yang Perlu Diwaspadai
Kanker paru juga dapat muncul tanpa gejala. Karena itu, orang dengan faktor risiko tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut.
Sebagian kasus baru terdeteksi ketika seseorang menjalani pemeriksaan pencitraan atau saat keluhan mulai berkembang.
Gejala umum yang dapat muncul antara lain:
- Batuk berkepanjangan, terutama jika berlangsung terus-menerus atau berubah dari pola batuk biasanya
- Batuk berdarah, baik berupa bercak maupun darah yang bercampur dengan dahak
- Sesak napas, termasuk ketika melakukan aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan mudah
- Nyeri dada, terutama jika menetap atau memburuk ketika menarik napas atau batuk
- Suara serak, terutama jika berlangsung tanpa sebab yang jelas
- Mengi, yaitu suara napas yang terdengar seperti siulan
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas dan kelelahan berkepanjangan
4 Faktor yang Meningkatkan Risiko Adenokarsinoma Paru
Memahami faktor risiko dapat membantu seseorang mengambil langkah untuk mengurangi paparan berbahaya dan menentukan kebutuhan konsultasi medis.
1. Merokok dan Paparan Asap Rokok
Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama kanker paru. Paparan asap rokok dari orang lain juga dapat meningkatkan risiko penyakit ini.
Meskipun demikian, adenokarsinoma paru dapat terjadi pada orang yang tidak pernah merokok.
Karena itu, riwayat tidak merokok tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menyimpulkan bahwa seseorang tidak berisiko mengalami kanker paru.
2. Polusi Udara dan Paparan Zat Berbahaya
Paparan polusi udara serta zat tertentu di lingkungan kerja, seperti asbes, radon, dan beberapa bahan karsinogenik lainnya, dapat berkontribusi terhadap risiko kanker paru.
Mengurangi paparan berbahaya dan mengikuti prosedur keselamatan kerja dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan.
3. Usia
Risiko kanker paru umumnya meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, penyakit ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut.
Usia merupakan salah satu pertimbangan dalam penilaian risiko, tetapi tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang mengalami kanker paru.
4. Riwayat Keluarga/Genetik
Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker paru dapat memiliki risiko yang berbeda dibandingkan orang tanpa riwayat tersebut. Faktor genetik dan paparan lingkungan yang sama dapat ikut berperan.
Selain itu, riwayat penyakit paru tertentu dan faktor kesehatan lainnya dapat menjadi pertimbangan dokter dalam menilai risiko seseorang.
Apakah Nodul Paru Selalu Berarti Kanker?

Tidak selalu. Sebagian besar nodul paru ternyata jinak, tetapi tetap perlu dievaluasi dokter.
Nodul paru adalah bercak kecil berbentuk bulat atau tidak beraturan di jaringan paru, dengan ukuran umumnya kurang dari 3 sentimeter.
Nodul biasanya tidak menimbulkan gejala, sehingga sering ditemukan secara tidak sengaja saat rontgen atau CT scan dada yang dilakukan untuk alasan lain, misalnya pemeriksaan kesehatan rutin atau evaluasi batuk dan infeksi.
Nodul dapat muncul karena banyak hal, antara lain:
- Bekas infeksi yang sudah sembuh, seperti tuberkulosis (TB) atau infeksi jamur
- Peradangan atau jaringan parut
- Tumor jinak
- Kanker paru, termasuk adenokarsinoma, baik yang berasal dari paru sendiri maupun penyebaran dari organ lain
Cara Diagnosis Adenokarsinoma Paru
Diagnosis adenokarsinoma paru memerlukan evaluasi medis dan pemeriksaan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Tidak ada satu pemeriksaan yang selalu cukup untuk memastikan seluruh aspek penyakit.
Konsultasi dan Pemeriksaan Klinis
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat merokok, paparan lingkungan, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan lainnya. Informasi ini membantu menentukan pemeriksaan lanjutan yang sesuai.
Pemeriksaan Pencitraan
Rontgen dada atau CT scan dapat digunakan untuk melihat kondisi paru-paru dan menemukan kelainan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
CT scan memberikan gambaran yang lebih terperinci dibandingkan rontgen biasa. Namun, temuan pada pencitraan saja tidak selalu dapat memastikan bahwa suatu nodul merupakan kanker.
Biopsi dan Pemeriksaan Jaringan
Jika terdapat kecurigaan kanker, dokter dapat merekomendasikan biopsi untuk mengambil sampel jaringan.
Sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium untuk membantu menentukan jenis sel dan memastikan diagnosis.
Pemeriksaan Stadium dan Karakteristik Tumor
Jika kanker paru terkonfirmasi, pemeriksaan tambahan dapat dilakukan untuk mengetahui stadium dan apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.
Pengobatan dan Peluang Kesembuhan Adenokarsinoma Paru
Penanganan adenokarsinoma paru bergantung pada stadium penyakit, karakteristik tumor, kondisi kesehatan pasien, dan respons terhadap terapi.
Beberapa pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan meliputi:
- Operasi, terutama pada pasien terpilih dengan kanker yang masih dapat diangkat melalui pembedahan
- Kemoterapi, menggunakan obat untuk menghambat atau membunuh sel kanker
- Radioterapi, menggunakan radiasi untuk menangani sel kanker pada area tertentu
- Terapi target, yang ditujukan pada perubahan molekuler tertentu pada tumor jika memenuhi kriteria
- Imunoterapi, yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker pada pasien yang sesuai
Kapan Perlu Melakukan Pemeriksaan Paru?
Pemeriksaan paru perlu dipertimbangkan jika mengalami batuk berkepanjangan, batuk berdarah, atau sesak napas yang tidak biasa.
Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan berdasarkan gejala dan faktor risiko, termasuk kebutuhan skrining menggunakan CT scan dosis rendah bagi kelompok tertentu.
FAQ Seputar Adenokarsinoma Paru
Apa itu adenokarsinoma paru?
Adenokarsinoma paru adalah jenis kanker paru yang berasal dari sel kelenjar di paru-paru dan termasuk kelompok kanker paru bukan sel kecil atau NSCLC.
Apa saja gejala adenokarsinoma paru?
Gejalanya dapat berupa batuk berkepanjangan, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, suara serak, mengi, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Sebagian pasien mungkin tidak mengalami gejala pada tahap awal.
Apakah adenokarsinoma paru bisa terjadi pada orang yang tidak merokok?
Ya. Adenokarsinoma paru dapat terjadi pada orang yang tidak pernah merokok. Paparan lingkungan, usia, faktor biologis, dan faktor lainnya dapat berperan terhadap risiko penyakit ini.
Apakah nodul paru selalu menandakan kanker?
Tidak. Nodul paru dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, jaringan parut, atau kondisi lainnya.
Dokter akan menilai karakteristik nodul dan faktor risiko pasien untuk menentukan apakah pemantauan atau pemeriksaan lanjutan diperlukan.
Pemeriksaan apa yang dapat membantu mendeteksi kanker paru?
Pemeriksaan dapat mencakup konsultasi medis, rontgen dada, CT scan, dan biopsi jika diperlukan.
Pilihan pemeriksaan ditentukan berdasarkan kondisi pasien. Untuk skrining pada orang tanpa gejala, CT scan dosis rendah dapat dipertimbangkan bagi kelompok yang memenuhi kriteria risiko.
Baca Juga:
Apakah Pneumonia Menular? Kenali Jenis dan Cara Penularannya
Apa Itu Hantavirus: Kronologi Wabah, Gejala, dan Cara Penularan
Referensi:
Vatican News (2026) Pope Leo: I will undergo surgery soon to remove nodule in my lung. Tersedia di: https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-10/pope-leo-xiv-to-undergo-surgery-remove-nodule-lung.html (Diakses: 15 Oktober 2026)
Altman-Devilbiss, A. (2026) Pope Leo XIV has lung cancer, Vatican says, announcing removal of lower lobe of right lung. WSET / The National News Desk. Tersedia di: https://wset.com/news/nation-world/pope-leo-xiv-admitted-to-romes-gemelli-hospital-for-surgery-to-remove-lung-nodule-recovery-health-treatment-oncology-malignant (Diakses: 15 Oktober 2026)
Scimex (2025) More never-smokers appear to be getting lung cancer worldwide. Tersedia di: https://www.scimex.org/newsfeed/more-never-smokers-appear-to-be-getting-lung-cancer-worldwide (Diakses: 15 Oktober 2026)






