Ringkasan Artikel: Apa Itu Nutri Level Kemenkes?
- Nutri-Level adalah sistem label nutrisi dari Kementerian Kesehatan RI.
- Label menggunakan kategori A sampai D dengan indikator warna.
- Penilaian didasarkan pada kandungan gula, garam, dan lemak.
- Fore Coffee menjadi salah satu brand yang mulai menerapkan sistem ini.
- Sistem membantu masyarakat memilih minuman yang lebih sehat.
Masyarakat kini semakin sadar pentingnya memilih makanan dan minuman yang lebih sehat.
Salah satu langkah terbaru dari pemerintah adalah menghadirkan sistem label nutrisi yang lebih mudah dipahami oleh konsumen.
Lewat label ini, Anda dapat mengetahui apakah suatu produk memiliki kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi.
Klinik HealthMed akan membahas apa itu Nutri Level di artikel ini.
Apa Itu Nutri-Level dari Kemenkes?

Nutri-Level adalah sistem pelabelan gizi yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk membantu masyarakat memahami kualitas nutrisi suatu makanan atau minuman secara lebih cepat.
Sistem ini menggunakan kategori huruf A sampai D disertai warna tertentu untuk menunjukkan tingkat kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Penerapan sistem ini mengacu pada aturan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 mengenai pelabelan nutrisi pada produk pangan siap konsumsi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kebijakan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL).
Karena itu dapat memicu penyakit seperti obesitas, hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.
Ia juga menyoroti tingginya beban BPJS akibat penyakit terkait GGL, termasuk biaya gagal ginjal yang naik lebih dari 400% sejak 2019.
Karena itu, pemerintah mendorong pemberian informasi agar masyarakat lebih mudah memilih makanan dan minuman yang sehat.
Kehadiran label ini dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang kesulitan memahami tabel informasi nilai gizi konvensional.
Tujuan Dibuatnya Nutri-Level
Sistem nutri level indonesia dibuat untuk membantu masyarakat lebih sadar terhadap kandungan nutrisi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.
- Membantu konsumen memilih produk dengan kandungan gula lebih rendah
- Mengurangi risiko obesitas, diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung
- Mendorong industri makanan dan minuman menghadirkan produk yang lebih sehat
- Mempermudah masyarakat membaca informasi nutrisi
- Menjadi edukasi sederhana mengenai konsumsi gula harian
Cara Kerja Sistem Nutri-Level
Dalam sistem ini, kandungan gula, garam, dan lemak menjadi komponen utama yang dinilai.
Semakin tinggi kandungan tersebut, maka kategori nutri level pada produk juga akan semakin rendah.
Arti Label A, B, C, dan D
Label A menunjukkan produk dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang paling rendah, sedangkan label D menunjukkan kandungan yang lebih tinggi.
Perbedaan Warna pada Nutri-Level

Selain menggunakan huruf, nutri level juga memakai indikator warna untuk mempermudah konsumen memahami tingkat kesehatan suatu produk.
Warna hijau menandakan pilihan yang lebih sehat, sedangkan warna merah menunjukkan produk dengan kandungan gula, garam, atau lemak yang lebih tinggi.
Kopi Fore Telah Menerapkan Nutri-Level

Salah satu brand minuman yang mulai menerapkan sistem ini adalah Fore Coffee.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi gaya hidup sehat sekaligus membantu pelanggan memahami kandungan nutrisi pada kopi.
Beberapa menu kopi tanpa gula tambahan atau menggunakan tingkat kemanisan rendah umumnya memiliki kategori yang lebih baik.
Sementara itu, menu kopi susu dengan tambahan sirup, gula aren, whipped cream, atau topping tertentu cenderung memiliki kategori lebih tinggi.
Daftar minuman nutri level fore dapat berbeda tergantung ukuran minuman, jenis susu, dan tingkat kemanisan yang dipilih pelanggan.
Apakah Nutri-Level Akan Diterapkan di Seluruh Produk Makanan/Minuman?
Pemerintah mendorong penerapan sistem nutri level indonesia secara lebih luas pada berbagai produk makanan dan minuman siap konsumsi.
Dengan demikian, konsumen dapat membandingkan kualitas nutrisi antarproduk secara lebih cepat.
Ke depan, bukan hanya gerai kopi yang kemungkinan menerapkan label ini, tetapi juga produk kemasan, restoran cepat saji, hingga minuman siap minum lainnya.
Kehadiran sistem ini diharapkan dapat membantu menekan angka konsumsi gula berlebih yang terus meningkat di Indonesia.
FAQ Tentang “Apa Itu Nutri Level Kemenkes?”
Apa itu nutri level kemenkes?
Nutri-Level adalah sistem label nutrisi dari Kementerian Kesehatan untuk menunjukkan tingkat kandungan gula, garam, dan lemak pada produk makanan atau minuman.
Bagaimana cara membaca nutri level?
Semakin mendekati label A dan warna hijau, maka produk tersebut memiliki kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah.
Apa arti label D pada Nutri-Level?
Label D menunjukkan produk dengan kandungan gula, garam, atau lemak yang tinggi sehingga perlu dibatasi konsumsinya.
Apakah semua menu Fore memiliki Nutri-Level?
Beberapa menu sudah menerapkan label tersebut dan kemungkinan akan terus diperluas pada menu lainnya.
Mengapa sistem nutri level indonesia penting?
Sistem ini membantu masyarakat memilih produk yang lebih sehat dan meningkatkan kesadaran mengenai konsumsi gula harian.
Baca Juga:
Penyebab Berat Badan Turun Drastis dan Pemeriksaannya
Ciri-Ciri Metabolisme Cepat, Apakah Faktor Sulit Naik Berat Badan?



