Etomidate dalam Vape, Mengapa Berbahaya dan Apa Efeknya?

Etomidate dalam Vape, Mengapa Berbahaya dan Apa Efeknya
Home Edukasi Etomidate dalam Vape, Mengapa Berbahaya dan Apa Efeknya?
  • Etomidate merupakan obat anestesi untuk induksi anestesi
  • Penggunaan etomidate melalui vape bukan penggunaan medis standar dan berisiko
  • Etomidate dapat memengaruhi kesadaran, koordinasi, pernapasan, dan hormon steroid
  • Etomidate ditetapkan sebagai Narkotika Golongan II melalui Permenkes No. 15 Tahun 2025

 

Nama etomidate menjadi perhatian setelah selebgram Julia Prastini atau Jule diamankan polisi terkait penggunaan vape yang diduga mengandung zat tersebut.

Polres Metro Jakarta Barat menangkap selebgram Julia Prastini (Jule) bersama seorang pria berinisial A di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (15/2/2026) malam.

Polisi sebelumnya mengamankan dua perempuan berinisial RR dan RN serta seorang warga negara China berinisial XC.

Dari rangkaian pengungkapan tersebut, polisi menyebut menyita total 99 cartridge yang diduga mengandung etomidate.

Hasil tes urine menunjukkan Jule positif mengonsumsi etomidate, sementara sampel cartridge vape masih diuji di laboratorium forensik untuk memastikan kadar dan komposisi zat di dalamnya.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa kasus ini menjadi sorotan karena mengungkap modus baru penyalahgunaan obat keras medis yang dikemas dalam bentuk cairan rokok elektrik (e-liquid).

Penyidik masih mendalami asal-usul cartridge tersebut serta memburu jaringan pemasok yang mengedarkan etomidate secara ilegal di masyarakat.

Lalu, apa itu etomidate, bagaimana penggunaannya, dan apa risikonya jika digunakan di luar indikasi?

Klinik HealthMed membahasnya secara lengkap dalam artikel ini.

 

Apa Itu Etomidate?

Apa Itu Etomidate

Etomidate adalah obat anestesi yang digunakan terutama untuk membantu induksi anestesi umum.

Dalam praktik medis, etomidate diberikan secara intravena oleh tenaga kesehatan dan digunakan dalam kondisi yang memerlukan pemantauan medis.

Obat ini bekerja pada reseptor GABA-A di sistem saraf pusat untuk menghasilkan efek sedatif dan hipnotik.

Etomidate memiliki onset cepat, sekitar 30–60 detik, dengan durasi efek hanya beberapa menit dan tidak memiliki efek analgesik.

Karena itu, etomidate bukan obat yang penggunaannya dapat disamakan dengan obat tidur atau obat penenang yang dikonsumsi sendiri.

Etomidate pertama kali disintesis pada 1964 dan mulai digunakan secara klinis pada 1970-an karena bekerja cepat dan relatif menjaga kestabilan kardiovaskular.

Penggunaannya kemudian mendapat perhatian karena penelitian pada awal 1980-an menemukan bahwa etomidate dapat menekan produksi kortisol melalui penghambatan enzim 11β-hydroxylase.

 

Etomidate Digunakan untuk Apa?

Dalam dunia medis, etomidate digunakan terutama untuk membantu mengawali anestesi sebelum tindakan tertentu.

Penggunaannya antara lain:

Induksi anestesi umum, termasuk sebelum operasi

Rapid Sequence Intubation (RSI) pada pasien kritis yang membutuhkan pemasangan selang napas segera

Sedasi untuk prosedur tertentu, seperti kardioversi listrik atau reposisi dislokasi sendi

Induksi anestesi pada pasien dengan kondisi kardiovaskular tertentu yang memerlukan perhatian khusus terhadap kestabilan tekanan darah dan fungsi jantung

Penanganan kondisi tertentu seperti sindrom Cushing, karena etomidate dapat menekan produksi hormon kortisol dan digunakan dalam konteks medis khusus

 

Berbagai Bahaya Etomidate dalam Vape

Bahaya utama penggunaan etomidate melalui vape bukan hanya berasal dari zatnya, tetapi juga dari cara penggunaannya yang berada di luar pengawasan medis.

Beberapa risikonya meliputi:

1. Dosis Tidak Terukur dan Risiko Toksisitas

Liquid vape yang mengandung etomidate secara ilegal tidak memiliki jaminan konsentrasi maupun kemurnian seperti sediaan farmasi

Paparan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko depresi sistem saraf pusat, dengan gejala seperti pusing hingga penurunan kesadaran.

2. Penurunan Kesadaran

Sebagai obat hipnotik, etomidate dapat menurunkan aktivitas sistem saraf pusat dan menyebabkan hilangnya kesadaran.

Etomidate juga diketahui dapat menimbulkan myoclonus, yaitu kontraksi otot yang berlangsung singkat dan tidak terkendali.

3. Gangguan Pernapasan

Paparan etomidate dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan depresi pernapasan, terutama ketika dikombinasikan dengan zat lain yang juga menekan sistem saraf pusat

Kondisinya dapat ditandai dengan napas yang melambat, pada keadaan berat menyebabkan kekurangan oksigen.

4. Efek terhadap Kelenjar Adrenal

Salah satu efek farmakologis penting etomidate adalah menghambat enzim 11β-hydroxylase, yang berperan dalam pembentukan kortisol di kelenjar adrenal.

Akibatnya, kadar kortisol dapat menurun sementara setelah paparan. Paparan berulang atau berkepanjangan menjadi perhatian karena dapat menyebabkan penekanan fungsi adrenal.

5. Risiko Lebih Besar Jika Dicampur Zat Lain

Risiko dapat meningkat apabila etomidate digunakan bersama alkohol, obat penenang, opioid, atau zat lain yang menekan sistem saraf pusat.

Kombinasi tersebut dapat memperkuat efek sedatif dan meningkatkan risiko penurunan kesadaran serta gangguan pernapasan.

 

Kenapa Etomidate Disalahgunakan ke dalam Vape?

Etomidate dapat dimasukkan ke dalam vape untuk memperoleh efek sedatif atau rasa kehilangan kesadaran secara cepat.

Penggunaan vape juga memungkinkan zat tersebut dikonsumsi tanpa dosis yang terkontrol, sementara produk ilegal dapat disamarkan seperti vape biasa sehingga pengguna tidak mengetahui kandungannya.

Peredarannya turut mengikuti tren zat psikoaktif baru yang dipasarkan dengan nama dan kemasan tertentu untuk menarik pengguna.

Kasus etomidate dalam vape juga tidak hanya terjadi di Indonesia. Pada Juni 2026 lalu, Departemen Kesehatan Victoria, Australia, melaporkan ditemukannya vape ilegal yang mengandung etomidate di Melbourne.

Produk tersebut dipasarkan sebagai space oil, k-pods, atau space vapes dan dapat mengandung etomidate maupun zat berbahaya lainnya.

 

Apakah Etomidate Termasuk Narkotika?

Apakah Etomidate Termasuk Narkotika

Ya. Di Indonesia, etomidate telah masuk Narkotika Golongan II melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

Aturan tersebut ditetapkan pada 21 November 2025 dan diundangkan pada 28 November 2025.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa perubahan penggolongan dilakukan antara lain karena adanya zat psikoaktif baru yang berpotensi disalahgunakan dan/atau menyebabkan ketergantungan.

 

Etomidate Tidak Boleh Digunakan Sembarangan

Dalam penggunaan medis, efek tersebut dimanfaatkan untuk tujuan anestesi dengan dosis serta pemantauan yang sesuai.

Sebaliknya, penggunaan melalui vape tidak memberikan kontrol yang sama terhadap kandungan, paparan, maupun respons tubuh.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa penggunaan etomidate melalui vape memiliki risiko yang berbeda dari penggunaan etomidate dalam prosedur medis.

Kasus Jule kembali menunjukkan bahwa etomidate bukan sekadar kandungan vape biasa.

Selain memiliki fungsi medis, zat tersebut kini juga memiliki status hukum sebagai Narkotika Golongan II di Indonesia.

 

FAQ Seputar Apa Itu Etomidate dalam Vape

Apa itu etomidate?

Etomidate adalah obat anestesi yang digunakan terutama untuk membantu induksi anestesi umum. Dalam penggunaan medis, obat ini diberikan secara intravena dan penggunaannya dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan.

Mengapa etomidate ada dalam vape?

Etomidate tidak dirancang sebagai bahan vape. Penggunaan etomidate dalam cairan rokok elektronik merupakan penyalahgunaan di luar penggunaan medis. Produk ilegal juga dapat memiliki kandungan dan konsentrasi yang tidak diketahui secara pasti.

Apa efek etomidate dalam vape?

Etomidate dapat memengaruhi kesadaran dan koordinasi tubuh. Penyalahgunaannya melalui vape juga dilaporkan dapat berkaitan dengan mual, muntah, iritasi saluran pernapasan, kehilangan kesadaran, dan gangguan lainnya. Data khusus mengenai efek jangka panjang vaping etomidate masih terbatas.

Apakah etomidate termasuk narkotika?

Ya. Etomidate masuk dalam Narkotika Golongan II di Indonesia berdasarkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2025 yang mulai berlaku pada 28 November 2025.

Kapan pengguna vape perlu mendapat pertolongan medis?

Pertolongan medis diperlukan jika setelah menggunakan vape seseorang mengalami sulit bernapas, penurunan kesadaran, kejang, sulit dibangunkan, atau kondisi yang semakin memburuk. Jangan mengemudi atau menggunakan produk tersebut kembali sambil menunggu pertolongan

 

Baca Juga:

Lebih Bahaya Vape atau Rokok? Ini Perbandingan Risikonya

Apa Itu Gas Tertawa: Manfaat dan Bahaya Penyalahgunaan

 

Referensi:

Bowdle, A., & Kharasch, E. D. (2025). Etomidate and its derivatives: Time to say goodbye? Response to Br J Anaesth 2024; 134: 11–13. British Journal of Anaesthesia, 134(5), 1558–1560. https://doi.org/10.1016/j.bja.2025.02.011

CNN Indonesia. (2026, 19 September). Apa itu etomidate, zat dalam vape yang buat selebgram Jule ditangkap? https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260919174838-255-1405840/apa-itu-etomidate-zat-dalam-vape-yang-buat-selebgram-jule-ditangkap

Department of Health Victoria. (t.th.). Vape containing potent sedative ‘etomidate’ sold in Melbourne. Government of Victoria. Diakses 22 September 2026, dari https://www.health.vic.gov.au/drug-alerts/vape-containing-potent-sedative-etomidate-sold-in-melbourne

Forman, S. A., & Warner, D. S. (2011). Clinical and molecular pharmacology of etomidate. Anesthesiology, 114(3), 695–707. https://doi.org/10.1097/aln.0b013e3181ff72b5

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Database Peraturan JDIH BPK. https://peraturan.bpk.go.id/Details/343789/permenkes-no-15-tahun-2025

Picture of Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional
Artikel Telah Ditinjau oleh Profesional

dr. Reyner Ricardo · General Practioner · Universitas Tarumanagara

Demam Tak Kunjung Reda?

Tes darah lengkap, diagnosis cepat, dan konsultasi dokter untuk penanganan yang tepat. Hanya di Klinik HealthMed!