- HPV DNA Test mendeteksi HPV berisiko tinggi penyebab utama kanker serviks
- Membantu deteksi dini untuk menentukan pemantauan atau pemeriksaan lanjutan
- Skrining rutin dan vaksinasi HPV membantu menurunkan risiko kanker serviks
- Tersedia HPV DNA Test seharga Rp400.000 dan vaksinnya di Klinik HealthMed
Kanker serviks masih menjadi salah satu kanker yang paling banyak menyerang wanita, termasuk di Indonesia.
Indonesia berada di peringkat ke-3 dunia dengan sekitar 36.000 kasus baru dan 21.000 kematian setiap tahun, sehingga hampir 3 dari 5 penderita meninggal akibat penyakit ini.
Sebagian besar kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe HPV yang berisiko tinggi.
Sayangnya, infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.
Karena itu, deteksi dini sangat penting. Salah satu metode yang direkomendasikan adalah tes HPV DNA untuk mendeteksi virus HPV berisiko tinggi sebelum menyebabkan perubahan pada sel serviks.
Klinik HealthMed akan membahasnya dalam artikel ini beserta kisaran harga pemeriksaannya.
Mengenal HPV dan Kaitannya dengan Kanker Serviks

HPV (Human Papillomavirus) memiliki lebih dari 200 tipe yang menginfeksi sel epitel pada kulit atau permukaan mukosa.
Tipe HPV dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu HPV risiko tinggi (seperti HPV 16 dan 18) yang dapat menyebabkan kanker, serta HPV risiko rendah (seperti HPV 6 dan 11) yang umumnya menyebabkan kutil.
Penting untuk dipahami bahwa:
- Tidak semua infeksi HPV menyebabkan kanker
- Sebagian besar infeksi HPV dapat sembuh secara alami berkat sistem kekebalan tubuh
- Kanker serviks umumnya berkembang dalam waktu bertahun-tahun sehingga masih ada kesempatan untuk melakukan deteksi dan penanganan sejak dini
Inilah alasan mengapa skrining secara berkala memiliki peran yang sangat penting, terutama bagi wanita yang sudah aktif secara seksual.
Apa Itu Tes HPV DNA?
Tes HPV DNA adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi DNA virus HPV berisiko tinggi pada sel leher rahim.
Berbeda dengan Pap Smear yang mendeteksi perubahan sel, tes ini mengidentifikasi penyebabnya, yaitu infeksi HPV, sehingga membantu menilai risiko kanker serviks.
Tes HPV DNA memiliki akurasi tinggi dan dapat dilakukan sendiri atau bersama Pap Smear untuk hasil skrining yang lebih komprehensif.
Siapa yang Perlu Melakukan Tes HPV DNA?
Tes HPV DNA direkomendasikan untuk kelompok wanita dengan risiko tertentu atau sebagai bagian dari skrining rutin kanker serviks.
Frekuensi pemeriksaan sebaiknya ditentukan melalui konsultasi dengan dokter sesuai usia, riwayat kesehatan, dan hasil skrining sebelumnya.
Pemeriksaan ini umumnya dianjurkan bagi:
- Wanita usia 30 tahun ke atas, karena infeksi HPV yang menetap lebih berisiko menyebabkan kanker serviks
- Wanita dengan hasil Pap Smear abnormal, untuk mengetahui apakah perubahan sel disebabkan oleh HPV berisiko tinggi
- Wanita dengan riwayat infeksi HPV, sebagai pemantauan lanjutan terhadap perkembangan infeksi
- Wanita dengan faktor risiko tertentu, sesuai penilaian dan rekomendasi dokter
Berapa Harga Tes HPV DNA?
Bagi Anda yang ingin melakukan deteksi dini kanker serviks, Healthmed menyediakan layanan tes HPV DNA mulai dari Rp 400 ribu yang ditangani tenaga medis.
Healthmed juga menyediakan vaksinasi Gardasil 9 sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi HPV penyebab kanker serviks dan penyakit terkait lainnya.
Berikut biaya layanan yang tersedia di Healthmed:
| Layanan | Harga |
|---|---|
| HPV DNA (Human Papillomavirus DNA Test) | Rp400.000 |
| Vaksin HPV (Gardasil 9) per 1 kali suntik | Rp2.450.000 |
Konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui apakah tes HPV DNA sesuai dengan kondisi Anda. Hubungi kami sekarang juga atau langsung daftar appointment.
Bagaimana Prosedur Tes HPV DNA?
Tes HPV DNA tergolong prosedur yang sederhana dan hanya memerlukan waktu beberapa menit.
Secara umum, tahapan pemeriksaan meliputi:
Registrasi dan Konsultasi Awal
Sebelum pemeriksaan, tenaga medis akan melakukan konsultasi singkat mengenai riwayat kesehatan, hasil skrining sebelumnya, riwayat infeksi HPV, serta tujuan dilakukannya tes untuk memastikan pemeriksaan sesuai dengan kondisi pasien.
Persiapan Pemeriksaan
Pasien akan diminta berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi litotomi (kedua lutut ditekuk dan kaki disangga) agar leher rahim dapat diperiksa dengan optimal.
Pemasangan Spekulum
Dokter atau tenaga medis memasukkan spekulum secara perlahan ke dalam vagina untuk membuka dinding vagina sehingga leher rahim (serviks) dapat terlihat dengan jelas.
Pengambilan Sampel Sel Serviks
Sampel sel dari permukaan serviks diambil menggunakan sikat kecil atau alat khusus. Prosedur ini hanya berlangsung beberapa detik dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, meski sebagian pasien dapat merasakan sedikit tidak nyaman.
Analisis di Laboratorium
Sampel yang telah diambil dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi keberadaan DNA HPV berisiko tinggi yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker serviks.
Apakah Tes HPV DNA Sakit?
Tes HPV DNA umumnya hanya menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman saat proses pengambilan sampel berlangsung.
Beberapa pasien menggambarkan sensasinya sebagai tekanan ringan atau kram singkat yang hanya berlangsung beberapa detik.
Rasa tidak nyaman tersebut biasanya segera hilang setelah pemeriksaan selesai.
Perbedaan Tes HPV DNA dan Pap Smear
Tes HPV DNA dan Pap Smear sama-sama berperan penting dalam skrining kanker serviks, tetapi keduanya memiliki tujuan yang berbeda.
| Aspek | Tes HPV DNA | Pap Smear |
|---|---|---|
| Fungsi | Mendeteksi DNA HPV berisiko tinggi. | Mendeteksi perubahan sel serviks. |
| Fokus | Penyebab penyakit (virus HPV). | Dampak infeksi pada sel serviks. |
| Manfaat | Menilai risiko kanker serviks sejak dini. | Menemukan kelainan sel yang perlu evaluasi. |
| Kombinasi | Dapat dilakukan bersama Pap Smear. | Sering dikombinasikan dengan tes HPV DNA. |
Bagaimana Jika Hasil Tes HPV DNA Positif?
Hasil tes HPV DNA positif berarti terdeteksi adanya HPV berisiko tinggi (high-risk HPV) pada sampel sel serviks.
Bukan berarti Anda menderita kanker serviks, melainkan menunjukkan adanya infeksi virus yang dapat meningkatkan risiko terjadinya perubahan sel serviks jika infeksi menetap dalam jangka panjang.
Sebagian besar infeksi HPV akan hilang dengan sendirinya dalam 1-2 tahun berkat sistem kekebalan tubuh.
Namun, infeksi yang menetap, terutama oleh tipe HPV berisiko tinggi seperti HPV 16 dan 18, memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Contoh Hasil Tes HPV DNA
Negatif: Tidak terdeteksi HPV berisiko tinggi
Positif HPV 16 atau HPV 18: Terdeteksi salah satu tipe HPV dengan risiko tertinggi terhadap kanker serviks
Positif HPV risiko tinggi lainnya: Terdeteksi tipe HPV berisiko tinggi selain HPV 16 atau 18, seperti HPV 31, 33, 45, 52, atau 58
Langkah Selanjutnya Jika Hasil Tes HPV DNA Positif
Dokter akan menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil tes, usia, riwayat kesehatan, dan hasil skrining sebelumnya.
Pemeriksaan lanjutan yang mungkin direkomendasikan meliputi:
Pap Smear, untuk menilai apakah sudah terjadi perubahan pada sel serviks
Kolposkopi, yaitu pemeriksaan serviks menggunakan alat pembesar khusus apabila ditemukan indikasi yang memerlukan evaluasi lebih lanjut
Pemeriksaan ulang, sesuai interval yang direkomendasikan dokter untuk memantau apakah infeksi menetap atau telah hilang
Kesimpulan
Tes HPV DNA adalah metode skrining untuk mendeteksi HPV berisiko tinggi, penyebab utama sebagian besar kasus kanker serviks.
Karena infeksi HPV sering tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan ini berperan penting dalam mendeteksi risiko sejak dini.
Skrining rutin akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan vaksinasi HPV. Healthmed menyediakan layanan HPV DNA Test seharga Rp400.000 dan Vaksin HPV (Gardasil 9) seharga Rp2.450.000.
Anda dapat booking appointment dengan mudah melalui website Healthmed.
FAQ Seputar Apa Itu Tes HPV DNA dan Kisaran Harganya
Apakah tes HPV DNA sama dengan Pap Smear?
Tidak. Tes HPV DNA mendeteksi virus HPV berisiko tinggi, sedangkan Pap Smear memeriksa perubahan pada sel serviks. Keduanya saling melengkapi dalam skrining kanker serviks.
Apakah tes HPV DNA memerlukan persiapan khusus?
Ya. Sebaiknya hindari hubungan seksual, penggunaan obat atau pembersih vagina, serta lakukan pemeriksaan di luar masa menstruasi agar hasil lebih akurat.
Apakah hasil tes HPV DNA positif berarti terkena kanker serviks?
Tidak. Hasil positif hanya menunjukkan adanya infeksi HPV berisiko tinggi dan mungkin memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Apakah tes HPV DNA terasa sakit?
Umumnya tidak. Pengambilan sampel hanya berlangsung beberapa detik dan biasanya hanya menimbulkan rasa tidak nyaman ringan.
Apakah vaksin HPV masih diperlukan setelah tes HPV DNA?
Ya. Vaksin HPV tetap dapat memberikan perlindungan terhadap tipe HPV yang belum menginfeksi tubuh sesuai rekomendasi dokter.
Baca Juga:
Apakah Sifilis Bisa Sembuh Total dan Apa Saja Pemeriksaannya?



